December 26, 2010

Surat Cinta Habibie untuk Ainun

Naah, kalo yg ini baru bener...

JAKARTA - Setelah sebelumnya sempat beredar puisi Habibie untuk istrinya Hasri Ainun Habibie yang diragukan keasliannya, kini ada puisi cinta Habibie kepada istrinya yang kembali beredar di dunia maya. 
Kali ini puisi atau surat cinta ini diyakini merupakan karya pribadi mantan Presiden RI itu. Pasalnya, disebar oleh Melanie Subono yang masih kerabat dekat dari Habibie. 
Melanie, yang merupakan putri dari bos Java Musikindo Adrie Subono menyebarkan lewat akun twitter-nya. "Surat eyang BJH untuk alm eyang Ainun, ditulis tadi subuh, 100 harinya today," seperti dikutip okezone dari status akun Melanie, Sabtu (28/8/2010).
Dari statusnya, Melani juga melampirkan sebuah photo yang menunjukkan enam bait puisi yang berjudul "Ainun 100 Hari Wafat".
Berikut larik-larik puisi yang mengungkapkan perasaan cinta Habibie pada Ainun.

Ainun 100 Hari Wafat

2408 jam yang lalu Ainun diiringi doa telah pindah dengan tenang dan damai dari "Dimensi Alam Dunia" ke "Dimensi Alam Barzah".

Hanya jika kututup kedua mataku, wajah, mata dan senyuman yang selalu memukau dan kurindukan kulihat.
Dengan menutup kedua mataku, dapat kuraba, kupegang tanpa menyentuh Ainun bahkan mendapat senyuman yang selalu kurindukan!

Jikalau matamu kubuka lagi, semuanya serentak hilang lenyap dan meninggalkan kekosongan jiwa, kecewa, sedih, dan perih!

Dengan menutup kedua mataku, kurayu dengan kata dan nada yang kami miliki dan kenal, tetapi tetap membisu, sunyi sepi!

Dimana Ainun? Bagaimana keadaan Ainun? Bagaimana mendapat kepastian mengenai Ainun yang selalu kurindukan sepanjang masa!

Bacharuddin Jusuf Habibie, 28.08.2010. 06:30

*sumber: detiknews.com

Selain itu juga ada artikel yang mengatakan bahwa mantan presiden B.J. Habibie mengalami pengalaman gaib ketika 40 hari kematian Ibu Ainun, berikut sedikit kutipannya.
"Saya lagi salat, saya baru 'Allahu Akbar' (takbir), tiba-tiba saya tutup mata wajah Ibu Ainun ada di sebelah saya pakai mukena putih," ucap Habibie saat menyampaikan kesannya terhadap almarhumah.

Habibie menyampaikan itu dalam acara peringatan 40 hari meninggalnya Ibu Ainun di Kediamannya, Jl Patra Kuningan XIII, Kuningan, Jakarta selatan, Selasa (29/6/2010) malam.

"Langsung saya bereaksi dalam bahasa Jerman. Saya sampaikan 'Kamu mau ikut salat dengan saya, ya? Okey deh, saya pimpin, ya," lanjut dia.

Namun, kisah Habibie, setelah berkata seperti itu, ia justru merasa tidak mampu melanjutkan ibadahnya. Hanya satu rekaat saja. Lalu, ia larut dalam air mata serta memanjatkan doa-doa untuk arwah Ibu Ainun.

"Saya hanya mampu satu rakaat. Setelah itu saya tidak tahan. Saya menangis, mungkin 20 menit. Anak-cucu saya sedang menunggu," ungkap Habibie dengan nada haru.

Ainun Habibie wafat pada Sabtu (22/5/2010) setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit di Muenchen, Jerman. Jenazah almarhumah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Selasa (25/5/2010) beberapa saat setelah tiba di Tanah Air. 


No comments:

Post a Comment

  • Loading...

    Translate This Site

    English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

    Twitter Updates

    Download Links

    Visitors

    Facebook Badge

    Alexa Rank